PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI AUGMENTED REALITY BERBASIS ENVIRONMENTAL EDUCATION

Media Augmented Reality Bisa Download dengan Klik Tombol dibawah

Judulย ย  ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Augmented Reality

ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Berbasis Environmental Education

Nama ย  ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Ade Candra, M.Pd

Unit Kerjaย ย ย ย ย ย  : SMPN 13 Kerinci

Emailย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : decannera@gmail.com

ย 

  1. PENDAHULUAN

SMP Negeri 13 Kerinci merupakan salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Kerinci. Sekolah ini sudah dikenal luas oleh masyarakat, khususnya yang berada di sekitarย  Kecamatan Danau Kerinci. Letak sekolah ini sangat strategis yakni sekitar 200 meter dari jalan raya Kerinci-Bangko, tepatnya di Desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci.

Sebagai salah satu institusi pendidikan, SMP Negeri 13 Kerinci tidak lepas dari keberadaan lingkungan masyarakat sekitar. Masyarakat yang bermukim di sekitar SMP Negeri 13 Kerinci umumnya adalah petani. Hal ini sangatlah wajar karena alam di daerah ini sangat subur.

Kondisi SMP Negeri 13 Kerinci cukup memadai. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah ini sangat mendukung proses pembelajaran. Selain memiliki delapan ruang belajar, sekolah ini juga dilengkapi oleh ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, Mushalla, laboratorium IPA, laboratorium TIK, perpustakaan, ruang BK, aula, ruang OSIS, ruang UKS dan kantin sekolah.

SMPN 13 Kerinci merupakan juara 1 sekolah sehat tingkat kabupaten kerinci tahun 2023 dan juga dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata mewakili kabupaten kerinci di tingkat provinsi jambi. Sebagai sekolah sehat dan sekolah adiwiyata, salah satu program SMPN 13 kerinci dalam proses pembelajaran di kelas adalah mengintegrasi lingkungan hidup dalam proses pembelajaran. Dalam praktik baik ini saya melaksanakan proses pembelajaran pembuatan projek pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai atau bermanfaat yang berbentuk kubus dan balok sebagai bagian dari materi mata pelajaran matematika kelas VIII SMP pada topik bangun ruang sisi datar.

SMPN 13 kerinci juga merupakan sekolah penggerak angkatan 3 yang telah menerapkan implementasi kurikulum merdeka. Salah satu prinsip dalam proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang menyenangkan, yakni pembelajaran berpihak pada murid yang mengakomodir kebutuhan murid yang lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi. ย 

ย 

  1. ISI
  2. SITUASI

Salah satu prinsip dalam kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang menyenangkan,ย  diharapkan dalam proses pembelajaran peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif. Salah satu caranya adalah mengakomodir karakteristik dan kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan istilah pembelajaran berdiferensiasi.

Dalamย  pembelajaran berdiferensiasiย  guruย  dituntut dapatย  memahamiย  segala keunikan dan perbedaanย  yangย  ada padaย  pesertaย  didik.ย  Dengan segala keunikan dan perbedaan yang dimiliki peserta didik maka guru diharapkan dapatย  merancangย  proses pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan peserta didik dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Berdasarkan observasi dan refleksi diperoleh bahwa masih banyak guru termasuk saya sebagai guru matematika di SMPN 13 Kerinciย  masih melakukanย  strategi pembelajaranย  yangย  sama untuk semua peserta didik baik itu dari segi konten, proses maupun produkย  meskipunย  faktanyaย  pesertaย  didikย  diย  dalamย  kelas memiliki keberagaman baik dari kesiapan belajar, minat, maupun profil belajar.

Disamping itu,ย  proses pembelajaran yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya menerapkan prinsip pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang interaktif, inspiratif dan kontekstual. Pembelajaran yang dilakukan tidak sesuai dengan kodrat zaman. Sekarang zamannya teknologi, peserta didik kita saat ini merupakan generasi Z dan generasi Alpha yang dekat dengan teknologi. Kebanyakan peserta didik kesehariannya dekat dengan dawainya, berkomunikasi dengan media sosialnya maka penting bagi guru untuk menerapkan proses pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Peran guru memang tidak bisa tergantikan dengan teknologi, akan tetapi dengan teknologi membantu guru dalam membuat pendidikan lebih transformatif. Permasalahan lainnya adalah bahwa pembelajaran yang dilaksanakan belum kontekstual, artinya pembelajaran belum mengintegrasikan isu atau masalah lingkungan sekitar kedalam proses pembelajaran. salah satunya masalah atau isu yang bisa di integrasikan kedalam proses pembelajaran adalah isu lingkungan hidup.

Isu atau masalah lingkungan merupakan masalah yang urgen dan kompleks. sehingga dibutuhkan kesadaran akan kepedulian terhadap lingkungan. Pendidikan yang berfokus pada penanaman dan penguatanย  kesadaran lingkunganย  dinamakan Environmental Education atau pendidikan lingkungan hidup. SMPN 13 Kerinci sebagai Sekolah adiwiyata tentunya pembelajaran di setiap mata pelajaran termasuk matematika haruslah mengintegrasikan isu lingkungan hidup kedalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran matematika menjadi bermakna, yang tidak hanya sekedar berhitung saja akan tetapi dapat diterapkan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kondisi dan permasalahan yang telah disebutkan diatas berimplikasi kepada ย hasil pembelajaran yang menunjukkan hasil belajar yang rendah. Dari hasil analis rapor pendidikan SMPN 13 Kerinci tahun 2023 terutama aspek numerasi diperoleh bahwa hanya 33,3 % peserta didik yang mencapai kompetensi minimum dengan rincian seperti tampak pada gambar dibawah ini

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

Sumber data: Asesmen Nasional tahun 2023

Dari hasil Asesmen Nasional aspek numerasi pada gambar diagram lingkaran diatas terlihat bahwa hanya 2 % peserta didik yang mahir dan 31 % peserta didik yang cakap sedangkan 49 % peserta didik masih dibawah kompetensi minimum yaitu kategori mendasar dan 18 % peserta didik berada pada kategori paling bawah yaitu kategori perlu intervensi.

Berdasarkan pemaparan diatas maka penting untuk mencari solusi dalam upaya meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. jika ini dibiarkan maka kemampuan peserta didik khususnya aspek numerasi akan semakin menurun dan tentu berdampak pada tidak tercapainya salah satu indikator tujuan pendidikan nasional yaitu mewujudkan manusia yang berilmu. Maka oleh sebab itu, salah satu solusi yang saya berikan dalam praktik baik ini adalah โ€œPembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Augmented Reality Yang Berbasis Environmental Educationโ€.ย  Diharapkan dengan praktik baik ini bisa menjadi solusi dan referensi bagi guru lain dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika. Dalam praktik baik ini saya berperan sebagai guru yang memiliki tanggung jawab merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan murid baik itu kesiapan belajar, profil belajar maupun minat belajar.

ย 

  1. TANTANGAN

Tantangan dalam praktik baik ini adalah merubah mindset bahwa mendidik dan mengajar anak harus sesuai zamannya. Kita tidak bisa menggunakan cara mengajar kita 20 tahun yang lalu untuk digunakan saat ini. Saat ini era 5.0 dimana kita dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologiย  untuk menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan termasuk didalamnya proses mengajar di kelas. Keluar dari zona nyaman merupakan suatu hal yang tidak mudah sehingga dibutuhkan upaya dan tekad yang kuat. Tantangan berikutnya adalah rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik, hal ini terlihat dari rekaman CCTV ketika proses pembelajaran dimana menunjukkan bahwa peserta didik banyak yang tidak bersemangat untuk belajar. ย Tantangan lainnya adalah bagaimana kita membuat dan memastikan peserta didik terakomodir kebutuhan belajarnya baik itu kesiapan belajar, profil, dan minat sehingga terwujudnya pembelajaran menyenangkan, relevan dan kontekstual. Dalam praktik ini yang terlibat adalah saya sebagai guru mapel matematika dan peserta didik kelas VIII SMPN 13 Kerinci serta rekan sejawat dan kepala sekolah SMPN 13 kerinci.

ย 

  1. AKSI

Langkah yang akan dihadapi untuk menghadapi situasi dan tantangan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adalah melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Augmented Reality yang berbasis Environmental Education, dengan rincian kegiatan berikut ini:

  1. Melakukan Analisis dan Menyiapkan Kebutuhan atau sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran
  2. Melaksanakan Asesmen Awal
  3. Merancang Pembelajaran
  4. Melaksanakan Pembelajaran

Strategi yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah Pembelajaran yang berdiferensiasi yang terintegrasi augmented reality berbasis Environmental Education dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) sedangkan untuk strategi diferensiasi yang digunakan adalah diferensiasi konten, proses, dan produk.

Diferensiasi Konten, pada kegiatan ini peserta didik tidak dikelompokkan berdasarkan gaya belajar peserta didik. akan tetapi peserta didik diberikan keleluasan mempelajari konten pembelajaran dengan semua preferensi cara belajar baik itu auditory, visual maupun kinestetik. Sehingga diharapkan peserta didik memiliki banyak gaya belajar.

  1. Auditory: sudah tersedia menu podcast dalam media Augmented reality
  2. Visual: sudah tersedia animasi dan gambar/ image dalam media Augmented Reality
  3. Kinestetik: peserta didik bergerak ke sudut-sudut kelas dan keluar kelas mengarahkan kamera hp ke image target yang sudah tersedia.

ย 

Diferensiasi Proses berdasarkan kesiapan belajar yaitu terkait pengetahuan awal. pada kegiatan ini peserta didik belum paham, paham utuh, dan paham sebagian diberikan dengan strategi kegiatan berjenjang, dimana dalam kegiatan ini peserta didik mengkonstruksi pemahaman yang sama akan tetapi dilakukan dengan tantangan, kompleksitas dan tingkat dukungan yang tidak sama.

  1. Kelompok paham utuh mengerjakan LKPD yang dengan soal lebih kompleks dan menantang
  2. Kelompok paham sebagian mengerjakan LKPD yang sederhana
  • Kelompok belum paham mengerjakan LKPD yang sederhana dengan penyelesaian terbimbing

Diferensiasi Produk, peserta didik membuat project pemamfaatan barang bekas menjadi barang bernilai berbentuk kubus dan balok sesuai dengan minatnya masing-masing.

Syntak dalam proses pembelajaran dengan model project based learning

  1. Pertanyaan Mendasar

Pada kegiatan ini peserta didik menonton video tentang permasalahan sampah di indonesia. Kemudian, peserta didik diminta menjawab pertanyaan mendasar yang diajukan oleh guru

  1. Desain Proyek

Pada kegiatan ini, peserta didik menggunakan media augmented reality untuk mengeksplorasi materi atau konten tentang kubus dan balok.

Dalam media Augmented reality tersedia konten dalam bentuk audio, visual dan kinesetik dalam penerapannya. Pada kegiatan ini juga peserta didik membuat jaring-jaring kubus dan balok dari kertas karton.

Kemudian berdiskusi tentang project apa yang akan dibuat, alat dan bahan yang dipersiapkan, serta langkah-langkah pembuatan.

  1. Menyusun Jadwal

Pada kegiatan ini, peserta didik berdiskusi tentang rencana jadwal pembuatan projek yang akan dikerjakan.

  1. Monitoring kemajuan proyek

Pada kegiatan ini, guru memantau projek yang dibuat dan memastikan projek selesai sesuai jadwal.

  1. Menguji hasil

Pada kegiatan ini, peserta didik mempresentasikan project yang telah dibuat.

  1. Evaluasi pengalaman

Pada kegiatan ini, peserta didik menceritakan pengalaman tentang kesulitan, kendala dan tantangan yang dihadapi serta solusi mengatasi kendala dalam pembuatan project.

Sumber daya yang diperlukan dalam praktik baik ini adalah 1) sarana dan prasarana: laptop, infokus, internet, media Augmented Reality, hp android, kertas karon dan kardus bekas 2) dukungan dari kepala sekolah dan rekan guru. Materi pelajaran dalam praktik baik ini adalah bangun ruang kubus dan balok. Pihak yang terlibat dalam pembelajaran ini adalah saya sebagai guru mapel matematika dan peserta didik kelas VIII SMPN 13 Kerinci.

  1. Refleksi

Dari hasil refleksi diperoleh bahwa peserta didik antusias, partisipatif dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran.ย  strategi pembelajaran terbukti efektif meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Peserta didik juga telah membuat produk nya dengan baik, yaitu tempat tisu dan celengan berbentuk kubus dan balok dari bahan kardus bekas serta membuat jaring-jaring kubus dan balok. Begitu juga guru di SMPN 13 kerinci menyambut positif ketika saya presentasikan video praktik baik ini dalam komunitas belajar SMPN 13 kerinci. faktor keberhasilan praktik baik ini adalah pembelajaran yang kontekstual dan mengakomodir kebutuhan peserta didikย  sehingga meningkatkan motivasi belajar serta pemanfaatan teknologi dalam penanaman konsep matematika yang bersifat abstrak.

  1. PENUTUP

ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. sebagai guru, tentunya melalui proses pembelajaran. praktik baik yang telah dilakukan ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut. semoga praktik baik pembelajaran berdiferensiasi yang telah saya lakukan ini dapat bermanfaat bagi semua rekan guru di SMPN 13 Kerinci pada khususnya dan di indonesia pada umumnya.

ย 

ย 

ย 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *