Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS TEKNOLOGI, PAEDAGOGIK, AND CONTENT OF KNOWLEDGE (TPACK) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA

SMPN 13 KERINCI

 
 

Oleh

ADE CANDRA, M.Pd

 

SMPN 13 KERINCI

KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI

TAHUN 2024

 
   

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu wa Taโ€™ala atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa” dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas yang memiliki keragaman karakteristik siswa.

Dalam penyusunan penelitian ini, penulis mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Kepala sekolah yang telah memberikan dukungan untuk pelaksanaan penelitian di sekolah.
  2. Rekan-rekan Guru yang telah memberikan masukan dan dorongan selama proses penelitian.
  3. Siswa-siswi yang telah menjadi partisipan dalam penelitian ini, serta pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK. Kami menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang.

Akhir kata, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, pendidik, dan pengembang pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

   Kerinci, 14 Oktober 2024   

Penulis

 

DAFTAR ISI

SAMPUL NASKAH / HALAMAN JUDUL

SURAT PERNYATAAN 

KATA PENGANTAR 

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I  PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan
  4. Manfaat

BAB II LANDASAN TEORI

  1. Konsep/Teori yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran
  2. Hasil Inovasi yang Relevan

BAB III KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

  1. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran
  2. Aplikasi Praktis Inovasi dalam Pembelajaran di Kelas
  3. Data Hasil Aplikasi Praktis
  4. Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran

BAB IV PENUTUP

  1. Simpulan
  2. Saran 

DAFTAR PUSTAKA 

LAMPIRAN 

BIODATA PESERTA (Mencantumkan screen capture media sosial atau media lainnya)

 

DAFTAR TABEL

 

Tabel 1. Hasil Pembelajaran

 

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1. Hasil Asesmen Nasional

 

 

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1. Instrumen dan Rubrikk Penilaian unjuk Kerja

Lampiran 2. Instrumen dan rubrik Penilaian Pengetahuan

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi guru untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Kebutuhan  peserta  didik  dalam  suatu  kelas  memiliki    keberagaman (diversity)  antar  satu  individu  dengan  individu  lainnya. 

Dalam  hal  ini  guru  dituntut dapat  memahami  segala keunikan dan perbedaan  yang  ada pada  peserta  didik.  Dengan segala keunikan dan perbedaan yang dimiliki peserta didik maka guru diharapkan dapat  merancang  proses pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan peserta didik dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Berdasarkan observasi diperoleh bahwa masih banyak guru termasuk penulis  masih melakukan  pembelajaran  yang  sama untuk semua peserta didik baik itu dari segi materi, proses maupun produk,  meskipun  faktanya  peserta  didik  di  dalam  kelas memiliki keberagaman baik dari kesiapan belajar, minat, maupun profil belajar. Disamping itu juga selama ini dalam proses pembelajaran dilakukan secara konvensional tanpa menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Disisi lain dari hasil pembelajaran juga menunjukkan hasil belajar yang rendah, dari hasil analis rapor pendidikan SMPN 13 Kerinci tahun 2023 terutama aspek numerasi diperoleh bahwa hanya 33 % peserta didik yang mencapai kompetensi minimum dengan rincian seperti tampak pada gambar 1.1 dibawah ini

Sumber data: Asesmen Nasional tahun 2023

Dari hasil Asesmen Nasional aspek numerasi pada gambar diagram lingkaran diatas terlihat bahwa hanya 2 % peserta didik yang mahir dan 31 % peserta didik yang cakap sedangkan 49 % peserta didik masih dibawah kompetensi minimum yaitu kategori mendasar dan 18 % peserta didik berada pada kategori paling bawah yaitu kategori perlu intervensi.

Salah   satu   strategi pembelajaran   yang   bisa   memenuhi kebutuhan belajar siswa yang mempunyai    kemampuan    beragam yaitu pembelajaran diferensiasi (Differentiated Teaching) atau mendiferensiasikan pengajaran. Oleh   sebab   itu,   guru   harus mampu  menjadi  master Differentiated instruction (pembelajaran berdiferensisi) untuk memenuhi kebutuhan   siswa,   memulihkan   atau mempercepat   instruksi,   dan   untuk menyediakan kesempatan belajar dan tumbuh  bagi  semua  siswa.  disamping itu juga dibutuhkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. sehingga diharapkan bisa menarik minat belajar siswa dan sebagai media dalam memberikan konsep yang bersifat abstrak. Atas dasar itulah Praktik baik ini mengangkat tema โ€œPenerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi, Paedagogik, and Content of Knowledge (TPACK) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa SMPN 13 Kerinci

2. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Hasil Belajar SMP dikelas VIII SMPN 13 Keriinci  Setelah Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi, Paedagogik, and Content of Knowledge (TPACK)?

3. TUJUAN

Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yaitu Untuk mengetahui Bagaimana Hasil Belajar matematika kelas VIII SMPN 13 Kerinci Setelah Penerapan Pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK?

4.MANFAAT PENELITIAN

Penelitian ini memiliki banyak manfaat antara lain, meningkatkan hasil belajar siswa, mempermudah guru dalam mengajar, hingga mendukung pendidikan inklusif dan pembelajaran mandiri. Teknologi memberikan peluang besar untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih fleksibel, personal, dan relevan, yang dapat membantu siswa berkembang secara optimal di era digital ini.

BAB II

LANDASAN TEORIA

A. Konsep/ Teori Yang Melandasi karya Inovasi Pembelajaran

  1. Pedagogical Content Knowledge (PCK)

Pendekatan Pedagogical Content Knowledge (PCK) pertama kali diperkenalkan oleh Shulman (1986), yang menggambarkan pengetahuan yang dimiliki seorang guru tidak hanya mencakup pemahaman mendalam tentang isi atau konten materi (content knowledge), tetapi juga kemampuan pedagogis dalam mengajarkan konten tersebut. PCK mengintegrasikan content knowledge (pengetahuan tentang materi pelajaran) dengan pedagogical knowledge (pengetahuan tentang bagaimana cara terbaik mengajarkan materi tersebut kepada siswa).

Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu menguasai PCK agar mampu menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, serta menyajikan materi dengan cara yang mudah dipahami oleh semua siswa.

  1. Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang menyesuaikan proses pembelajaran berdasarkan perbedaan kebutuhan siswa, termasuk kemampuan akademik, gaya belajar, minat, serta kesiapan belajar mereka (Tomlinson, 2001). Berdasarkan prinsip ini, guru mengadaptasi metode, media, atau materi untuk memastikan setiap siswa mendapat pengalaman belajar yang sesuai dengan potensinya.

Menurut Tomlinson, ada empat area utama dalam pembelajaran berdiferensiasi yang dapat disesuaikan oleh guru, yaitu:

  1. Konten (content): Menyesuaikan apa yang diajarkan kepada siswa.
  2. Proses (process): Menyesuaikan bagaimana siswa mempelajari materi.
  3. Produk (product): Menyesuaikan bagaimana siswa menunjukkan apa yang mereka pelajari.
  4. Lingkungan belajar (learning environment): Menciptakan lingkungan yang mendukung kebutuhan siswa yang berbeda.
  1. Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi

Dengan berkembangnya teknologi dalam pendidikan, pembelajaran berdiferensiasi semakin mudah diimplementasikan. Teknologi memungkinkan guru untuk mempersonalisasi pembelajaran melalui berbagai platform digital, yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan mereka sendiri (King-Sears, 2008). Teknologi juga memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai sumber daya pembelajaran, seperti video pembelajaran, simulasi, permainan edukatif, dan bahan ajar digital lainnya.

Beberapa penerapan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi meliputi:

  1. Penggunaan Learning Management System (LMS): Platform seperti Google Classroom, Moodle, atau Edmodo memungkinkan guru memberikan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat kesulitan atau kebutuhan siswa. Guru juga dapat memonitor perkembangan siswa secara individual melalui fitur pelaporan yang tersedia dalam LMS.
  2. Multimedia Interaktif: Penggunaan video, animasi, dan simulasi interaktif memungkinkan siswa memahami materi dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka (visual, auditori, atau kinestetik).
  3. Aplikasi Adaptif: Ada berbagai aplikasi berbasis teknologi yang dapat menyesuaikan konten dengan kemampuan siswa, seperti Khan Academy, yang menawarkan pelajaran sesuai dengan kecepatan dan tingkat pemahaman siswa.

4. Integrasi PCK dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi

Integrasi antara PCK dan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi memberikan tantangan dan peluang baru bagi guru. Untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi secara efektif, guru perlu menguasai tiga komponen utama: content knowledge, pedagogical knowledge, dan technological knowledge. Komponen ini kemudian dikembangkan menjadi konsep Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) (Mishra & Koehler, 2006), yang menekankan pentingnya integrasi pengetahuan teknologi ke dalam strategi pembelajaran.

  1. Content Knowledge

Content knowledge mengacu pada pengetahuan guru tentang materi pelajaran yang akan diajarkan. Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, guru tidak hanya harus memahami isi materi, tetapi juga bagaimana menyesuaikan kedalaman materi sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Dengan bantuan teknologi, guru dapat menyajikan materi dalam bentuk yang lebih dinamis, seperti simulasi interaktif atau visualisasi konsep abstrak yang sulit dipahami dengan penjelasan verbal saja.

2. Paedagogical Knowledge

Pedagogical knowledge merujuk pada pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang efektif, termasuk metode yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi. Dalam PCK, guru dituntut untuk memahami bagaimana cara terbaik menyajikan materi yang sulit kepada siswa dengan berbagai cara. Dengan menggunakan teknologi, guru dapat menyediakan berbagai sumber belajar, seperti video, audio, atau teks, yang dapat diakses siswa sesuai dengan preferensi belajar mereka.

3. Technological Knowledge

Pengetahuan teknologi (technological knowledge) merujuk pada kemampuan guru dalam menggunakan teknologi untuk memfasilitasi proses belajar-mengajar. Teknologi dapat membantu guru dalam mendesain pembelajaran yang berdiferensiasi dengan menyediakan alat dan platform yang mendukung personalisasi pembelajaran. Guru yang memiliki keterampilan teknologis dapat mengatur pembelajaran dengan lebih fleksibel dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif serta responsif terhadap kebutuhan siswa.P

5. Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi

Menurut model TPACK, guru yang mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi harus mempertimbangkan bagaimana konten, pedagogi, dan teknologi saling berinteraksi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan relevan bagi siswa.

  1. Menyesuaikan Konten dengan Teknologi

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, teknologi memungkinkan guru untuk menyesuaikan konten sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Misalnya, siswa yang lebih lambat dapat diberikan akses ke materi pembelajaran tambahan melalui video tutorial, sedangkan siswa yang lebih cepat dapat diarahkan untuk menyelesaikan tugas-tugas lebih menantang melalui aplikasi atau simulasi.

2. Mendukung Proses Pembelajaran dengan Teknologi

Proses pembelajaran dapat didukung oleh teknologi dengan menyediakan berbagai media yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Platform seperti LMS memungkinkan guru memberikan materi dalam berbagai format, seperti teks, gambar, video, atau audio, yang dapat diakses sesuai dengan kebutuhan siswa.

3. Memanfaatkan Teknologi untuk Menilai dan Mengukur Kemajuan

Teknologi memungkinkan guru melakukan penilaian yang lebih akurat dan individual. Dengan platform digital, guru dapat melacak kemajuan siswa secara real-time dan menyesuaikan materi atau tugas berdasarkan evaluasi yang dilakukan.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi dengan pendekatan Pedagogical Content Knowledge (PCK) memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui integrasi teknologi, guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan siswa, meningkatkan keterlibatan mereka, dan menyediakan akses ke berbagai sumber daya pembelajaran yang mendukung proses belajar yang lebih personal dan efektif. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, kesiapan guru dalam memahami dan mengimplementasikan PCK dan TPACK sangat diperlukan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi cara terbaik dalam mendukung guru agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pembelajaran berdiferensiasi.

B. Karya Inovasi Relevan

Beberapa Penelitian yang relevan:

  1. Penelitian oleh Dheanita Rachmawati (2024) dengan judul Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV
  2. Penelitian oleh Nina Nur Alfi Aulia (2023) dengan judul Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK Terhadap Hasil Belajar Mengidentifikasi Dan Meringkas Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMPN 42 Surabaya

BAB III

KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

 A. RANCANGAN KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

  1. Ide Dasar Munculnya Inovasi

Pembelajaran matematika sering dianggap sulit karena banyaknya konsep abstrak, terutama dalam topik geometri, aljabar, dan trigonometri. Banyak siswa kesulitan memahami konsep ini karena perbedaan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) dan kemampuan akademik. Guru juga menghadapi tantangan dalam menyajikan materi agar relevan bagi semua siswa.

Penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang menggabungkan pemahaman mendalam tentang konten pelajaran (content knowledge), strategi pedagogis (pedagogical knowledge), dan penggunaan teknologi (technological knowledge) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kualitas pemahaman mereka. Media animasi dan aplikasi GeoGebra dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu visualisasi konsep matematika yang abstrak, memperkaya pengalaman belajar siswa dengan memberikan visualisasi yang lebih konkret dan interaktif.

2. Tahapan Perancangan Ide Dasar

  1. Analisis Kebutuhan Siswa dan Masalah Pembelajaran

Tahap pertama dalam inovasi ini adalah mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa yaitu kesiapan belajar (readiness), gaya belajar, minat siswa. asesmen awal untuk kesiapan belajar dan minat menggunakan google form. Asesmen untuk diagnostik gaya belajar menggunakan survey melalui website akupintar.id.

Dari hasil observasi ditemukan bahwa guru tidak menggunakan teknologi atau media dalam pembelajaran sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika abstrak seperti geometri dan aljabar. Teknologi seperti animasi dan GeoGebra dipilih untuk mengatasi masalah ini, karena dapat memberikan visualisasi dan simulasi yang interaktif.

  1. Pengembangan Ide Inovasi

Berdasarkan analisis masalah, dibuat ide untuk mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK.

  1. Teknologi : menggunakan teknologi dalam pembelajaran dengan menggabungkan animasi dan GeoGebra. Animasi digunakan untuk memvisualisasikan konsep-konsep matematika yang abstrak, sementara GeoGebra memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan konsep matematika melalui simulasi dan manipulasi objek secara digital.
  2. Paedagogik : Diferensiasi dalam soal, dukungan dan bimbingan kepada siswa sesuai kesiapan belajar
  3. Content Of Knowledge: Diferensiasi dalam penyajian konten atau materi pelajaran sesuai gaya belajar baik itu auditory, kinestetik, Visual.
  4. Perancangan Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam tiga aspek utama:

Diferensiasi Konten berdasarkan gaya belajar siswa

  1. Gaya belajar visual menggunakan media animasi dan geogebra (Media pembelajaran Interaktif)
  2. Gaya belajar Audio mendengarkan suara dari video yang ditampilkan
  3. Gaya belajar kinestetik dengan belajar langsung di lingkungan yaitu dengan mengamati dan mengidentifikasi terkait dengan materi di lingkungan sekitar sekolah.

Diferensiasi Proses berdasarkan kesiapan belajar yaitu terkait pengetahuan awal

  1. Kelompok paham utuh mengerjakan LKPD yang lebih kompleks
  2. Kelompok paham sebagian mengerjakan LKPD yang sederhana
  • Kelompok belum paham mengerjakan LKPD yang mudah

Diferensiasi Produk berdasarkan minat, dimana setiap kelompok membuat presentasi sesuai minatnya.

3. Alternatif Bentuk Karya Inovasi

Berikut adalah alternatif bentuk karya inovasi pembelajaran yang diperoleh dari implementasi teori TPACK dan diferensiasi dalam media animasi dan GeoGebra:

  1. Media Animasi untuk Visualisasi Konsep Abstrak

Media animasi yang digunakan menampilkan visualisasi konsep-konsep matematika seperti rotasi objek dalam geometri, fungsi aljabar, dan interaksi antara sudut dan sisi dalam trigonometri. Animasi ini dapat berupa video singkat yang memperlihatkan langkah demi langkah bagaimana suatu konsep matematis bekerja, seperti perhitungan luas bangun datar atau visualisasi fungsi trigonometri.

  1. Simulasi dan Interaktivitas dengan GeoGebra

GeoGebra digunakan sebagai media interaktif yang memungkinkan siswa memanipulasi objek geometri dan grafik aljabar. Siswa dapat menggambar dan memutar objek, melakukan percobaan dengan grafik fungsi, atau mengukur besar sudut dan panjang sisi dengan mudah. Setiap manipulasi langsung memberikan respons visual yang membantu siswa memahami hubungan antarvariabel.

4. Proses Pembuatan Inovasi

  1. Perencanaan dan Pengembangan Materi

Materi matematika yang akan diajarkan, terutama pada topik geometri dan aljabar, dianalisis dan dipilah sesuai dengan tingkat kesulitan dan kebutuhan siswa. Materi ini kemudian dikembangkan ke dalam dua bentuk:

  1. Animasi yang dibuat dengan menggunakan software macromedia flash untuk memberikan visualisasi konsep yang lebih jelas.
  2. Simulasi GeoGebra yang dibuat sesuai dengan topik yang diajarkan yaitu gradien garis lurus.
  3. Pengembangan Animasi dan Simulasi

Setelah materi dirancang, animasi dibuat menggunakan software macromedia flash yang memungkinkan visualisasi konsep matematika. Sementara itu, simulasi dengan GeoGebra dirancang sehingga siswa dapat mengakses dan memanipulasi objek secara mandiri.

Alat dan Bahan yang Digunakan:

  1. Aplikasi Animasi: Macromedia Flash (untuk pembuatan video animasi).
  2. Aplikasi GeoGebra: Untuk simulasi matematika.
  3. Laptop atau komputer: Sebagai alat utama dalam pembuatan dan penggunaan aplikasi.
  4. Google Form: untuk asesmen awal
  5. Koneksi internet: Untuk akses aplikasi berbasis web dan platform pembelajaran

5. Detail Rancangan Dan Keunikan Karya Inovasi

Keunikan karya inovasi ini terletak pada kombinasi antara media animasi, GeoGebra, dan pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK.

  1. Media Animasi menyediakan visualisasi konsep matematika yang abstrak, membuatnya lebih mudah dipahami oleh siswa dengan gaya belajar visual.
  2. Simulasi GeoGebra memungkinkan interaksi langsung dengan objek matematika, yang membantu siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik untuk memahami konsep melalui manipulasi fisik.
  3. Pembelajaran Berdiferensiasi diterapkan melalui pengelolaan materi yang berbeda-beda tingkat kesulitannya, yang memungkinkan setiap siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing

6. Fungsi Dan Penggunaan Karya Inovasi

Fungsi Utama: Inovasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran matematika dengan menyediakan media yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, siswa dengan kemampuan dan gaya belajar yang berbeda dapat belajar secara efektif dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep matematika.

Penggunaan dalam Pembelajaran: Guru dapat menggunakan media pembelajaran interaktif (animasi) untuk menyajikan konten pelajaran dan simulasi GeoGebra sebagai untuk kontruksi pemahaman. Siswa dapat mengikuti penjelasan guru sambil melakukan manipulasi objek di GeoGebra secara mandiri.

Inovasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam pembelajaran matematika dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif (animasi) dan GeoGebra yang interaktif dan disesuaikan dengan pendekatan TPACK dan pembelajaran berdiferensiasi. Kombinasi ini membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dalam matematika secara lebih mendalam, meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran, dan memungkinkan setiap siswa belajar sesuai dengan gaya dan kemampuan mereka masing-masing.

B. INOVASI DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS

Strategi yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi, paedagogik, content and knowledge.

Langkah Kegiatan Aksi:

  1. Melakukan analisis kebutuhan (sarana dan prasarana)
  2. Melakukan diagnostik awal
  • Tes gaya Belajar menggunakan website akupintar.id
  • Tes minat menggunakan google form
  • Tes Kesiapan belajar terkait pengetahuan awal menggunakan google form

3. Melaksanakan proses pembelajaran dengan rincian kegiatan:

  1. Berdoa
  2. Tujuan pembelajaran
  3. Manfaat pembelajaran
  4. Pertanyaan Pemantik
  5. Kesepakatan kelas
  6. Melaksanakan strategi diferensiasi

Diferensiasi Konten berdasarkan gaya belajar siswa

  1. Gaya belajar visual menggunakan media animasi (Media pembelajaran Interaktif)
  2. Gaya belajar Audio mendengarkan suara dari video yang ditampilkan
  3. Gaya belajar kinestetik dengan belajar langsung di lingkungan yaitu dengan mengamati dan mengidentifikasi terkait dengan materi di lingkungan sekitar sekolah dan geogebra.

Diferensiasi Proses berdasarkan kesiapan belajar yaitu terkait pengetahuan awal

  1. Kelompok paham utuh mengerjakan LKPD yang lebih kompleks
  2. Kelompok paham sebagian mengerjakan LKPD yang sederhana
  3. Kelompok belum paham mengerjakan LKPD yang mudah

Diferensiasi Produk berdasarkan minat, dimana setiap kelompok membuat presentasi sesuai minatnya.

7. Ice Breaking

8. Evaluasi

9. Refleksi

C. DATA HASIL APLIKASI PRAKTIS INOVASI PEMBELAJARAN

Setelah melaksanakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK diperoleh hasil penilaian LKPD sebagai berikut:

Tabel. 1 Hasil Nilai Siswa

Nama

Mengumpulkan data

Menyimpulkan data

Menyelesaikan masalah

Total

Nilai

Muhammad rauf ismail

4

4

4

12

100

Hidayah munawaroh

4

4

4

12

100

Fatriko agustian

3

3

3

9

75

Nur amanda

4

3

3

10

83

Oksi julianti

4

4

4

12

100

Wahyu almadani

4

3

3

10

83

M farhan

4

3

3

10

83

Brody andren kusuma

4

3

3

10

83

Via

4

4

4

12

100

Andartu khalif

4

4

3

11

92

Marcel pratama

3

3

3

9

75

Asrof dirgayana firdaus

4

4

4

12

100

Devi juwita

4

3

4

11

92

Shaidatul zahara

3

3

3

9

75

Keylila aini

3

3

3

9

75

M.fauzan

3

3

3

9

75

Yessika nur anggraini

3

3

3

9

75

Winda arliyani

4

3

3

10

83

Ahmad khatami alhakki

4

4

4

12

100

M.saikul romadhan

3

3

3

9

75

D. ANALISIS DATA HASIL APLIKASI PRAKTIS INOVASI PEMBELAJARAN

Dari hasil penilaian LKPD diperoleh hasil bahwa semua siswa memiliki nilai diatas 70 sebagai KKM dalam pembelajaran ini. Nilai terendah adalah 75 dan tertinggi adalah 100. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. sebagimana hasil penelitian Dheanita Rachmawati (2024) mengatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK efektif meningkatkan hasil belajar. Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatkan hasil belajar siswa adalah meningkatnya minat belajar siswa. dari refleksi yang dilakukan diperoleh bahwa siswa senang mengikuti pembelajaran karena didalam proses pembelajaran guru menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran dan menitengrasikan sesuai kebutuhan siswa sebagaimana dikemukakan King-Sears (2008). Teknologi memungkinkan guru untuk mempersonalisasi pembelajaran melalui berbagai platform digital, yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan mereka sendiri.

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari pemaparan hasil penelitian dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa smp dikelas VIII SMPN 13 Kerinci  setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi, paedagogik, and content of knowledge (TPACK)

  1. Saran

Untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa sebaiknya para guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi baik itu dengan strategi diferensiasi konten, produk, proses. Untuk pihak sekolah melalui kebijakan sekolah, hendaknya mengajak kepada para guru untuk melakukan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan siswa.

“Daftar Pustaka

Shulman, L. S. (1986). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researcher, 15(2), 4-14. https://doi.org/10.3102/0013189X015002004

Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms (2nd ed.). ASCD.

King-Sears, M. E. (2008). Differentiated instruction: What is it and how to do it. Focus on Exceptional Children, 40(6), 1-16.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017-1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x

Rachmawati. D (2024). Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV. Universitas Negeri Semarang. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPP/article/view/74758

Lampiran

Lampiran 1. Aspek Penilaian

LEMBAR PENILAIAN UNJUK KERJA

Materi                          : Persamaan Garis Lurus

Kelas / Semester          : VIII / Ganjil

Petunjuk:

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai ketrampilan siswa. Berilah tanda cek (โˆš) pada kolom skor  sesuai sikap yang ditampilkan oleh siswa dengan kriteria sebagai berikut:

4      : sangat baik

3      : baik

2      : cukup

1      : kurang

Nama  :โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ

Kelas  :โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ

Indikator

Skor

1

2

3

4

Melakukan pengumpulan data untuk penentuan dugaan

1.      Melakukan perhitungan dengan teliti

Membuat kesimpulan atau generalisasi berdasarkan kegiatan investigasi yang dilakukan

Menyelesaikan masalah kontekstual

Skor Perolehan

Skor Maks

         12

Nilai = ( skor perolehan : skor maksimum) x 100

Konversi nilai = (nilai : 100) x 4

 Rubrik penilaian

Indikator

Skor

Nilai

Deskripsi Penilaian

Melakukan pengumpulan data untuk penentuan dugaan

4

Sangat baik

Jika siswa melakukan percobaan dengan hasil semua benar

3

Baik

Jika siswa melakukan percobaan dengan hasil 2 percobaan  benar

2

Cukup

Jika siswa melakukan percobaan dengan hasil   1 percobaan benar

1

Kurang

Jika siswa melakukan percobaan  dengan hasil belum benar.

Membuat kesimpulan atau generalisasi berdasarkan kegiatan investigasi yang dilakukan

4

Sangat baik

Jika siswa membuat kesimpulan dengan tepat

3

Baik

Jika siswa membuat kesimpulan dengan tepat tetapi dengan bahasa yang belum baik.

2

Cukup

Jika siswa membuat kesimpulan dengan bahasa yang baik tetapi belum sepenuhnya tepat.

1

Kurang

Jika siswa membuat kesimpulan  belum tepat

Menyelesaikan Masalah Kontekstual

4

Sangat baik

Jika siswa mengisi 2 penyelesaian masalah kontekstual dengan benar

3

Baik

Jika siswa mengisi 1 penyelesaian masalah kontekstual dengan benar

2

Cukup

Jika siswa mengisi 1 penyelesaian masalah kontekstual di LKPD dengan benar namun langkah belum tepat

1

Kurang

Jika siswa mengisi penyelesaian masalah kontekstual di LKPD dengan jawaban yang belum benar.

Kriteria Penilaian

85 โ€“ 100   = Sangat baik

75 โ€“ 84     = Baik

65 โ€“ 74     = Cukup Baik

โ‰ค  64     = Kurang Baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3.Penilaian  Pengetahuan

LATIHAN

Nama  :

Kelas   :

1.  Tentukn Kemiringan tangga disamping?

Jawab:   

2.  Jika diketahui tinggi ujung tangga pada tembok ke lantai adalah 3 m

sedangkan jarak ujung tangga pada lantai ke tembok adalah  4 m.

Tentukan Kemiringan tangga pada gambar disamping

Jawab:

3.       Perhatikan gambar jembatan penyeberangan di samping ini. Gambar 3.11(b) adalah bagian

dari jembatan sebelah kanan yang dilihat dari arah depan. Gambar ini dapat diilustrasikan

seperti pada Gambar 3.11(c). Jika AB = 8 m dan

BC = 5 m, berapakah kemiringan jembatan

penyeberangan itu?

Jawab:

4.       Sebuah pesawat terbang akan mendarat di bandara. Mulai roda keluar ( 0 detik) hingga mendarat, lintasan pesawat tersebut membentuk garis lurus. Pada saat 10 detik sesudah roda dikeluarkan, pesawat tersebut berada pada ketinggian 100 meter dari atas tanah. Jika pesawat menyentuh lantai landasan bandara pada detik ke 60. Tentukan kemiringan/ gradien lintasan pesawat?

Jawab:

5.       Grafik di bawah memodelkan ketinggian suatu pesawat dimulai dari saat roda dikeluarkan (waktu 0 detik) sampai saat pesawat mendarat. Tentukan gradien garis lurus?

 
   

Jawab:

 

Rubrik Penilaian

Skor

Indikator

2

Jika jawaban dan langkah tepat

1

Jika jawaban benar , langkah tidak tepat

0

Jika jawaban belum tepat

KUIS

Nama   :

Kelas   :

Petunjuk:

Beri tanda silang (x) pada jawaban yang ananda anggap benar

1.      Sebuah pesawat terbang pada ketinggian 3500 diatas permukaan tanah pada detik ke 150. Jika pesawat tersebut akan melakukan pendaratan yang lintasannya menyerupai garis lurus dengan kemiringan -2/3. Roda pesawat terbang tersebut akan menyentuh landasan  pada menit ke ?

a.       89

b.      90

c.       92

d.      98

2.      Sebuah pesawat akan landing di bandara. Saat pesawat akan landing, roda keluar pada saat 0 detik dan lintasannya membentuk garis lurus dengan gradien (-1)/3. Setelah 45 detik roda keluar, pesawat berada pada ketinggian 485 meter di atas landasan. Roda pesawat akan menyentuh landasan dalam waktu ….

a.       150

b.      750

c.       1000

d.      1500

3.      Persamaan garis lurus yang ditunjukkan gambar dibawah adalah…

 
   

a)      y = -x+3

b)      y = x-3

c)      y= x+3

d)     y=-x-3

4.      Persamaan garis yang melalui titik (-5,4) dan memiliki gradien -3 adalah

a)    y + 3x = 11

b)   y+3x= -11

c)    y-3x=11

d)   y-3x=-11

5.      Persamaan garis yang melalui titik (2,2) dan memiliki gradien 2 adalah

a.    Y = 2x-4

b.    Y = 2x + 3

c.    Y = 3x +2

d.   Y = 3x +3

Pengetahuan Awal (Prasyarat)

Nama   :

Kelas   :

Petunjuk:

Beri tanda silang (x) pada jawaban yang ananda anggap benar

 
   

  1. Koordinat titik A adalah
  2. (7,5)
  3. (5,7)
  4. (4,3)
  5. (3,4)
  6. Koordinat titik B adalah
  7. (7,5)
  8. (5,7)
  9. (4,3)
  10. (3,4)
  11. Bentuk Umum Persamaan garis Lurus adalah…
  12. r2 = x2 + y2
  13. y= mx + c
  14. ax2+bx+c=0
  15. (x-h)2+(y-k)2= r2

4.       Jika diketahui tinggi ujung tangga pada tembok ke lantai adalah 3 m  sedangkan jarak ujung tangga pada lantai ke tembok adalah  4 m. Kemiringan tangga tersebut adalah..

a)      0, 25

b)      0,5

c)       0, 75

d)      1,25

5.       Kemiringan garis lurus yang melalui dua titik berikut.  (-2, 3) dan (0, 0) adalah…

a)    -3/2

b)   2/3

c)    -2/3

d)   3/2

Screen Capture Media Sosial Youtube



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *